Tahun ini Pemkab Konkep Anggarkan Rp 20 Miliar Pembangunan Icon Religi di Kawasan RTH

Daerah578 Dilihat

Kepala Dinas PUTR Konkep, H. Harsin Abdu Rahim MSi

Langara, detikfokus.id – Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Konkep terus mendorong percepatan penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Langara.

Tahun ini Pemkab Konkep menggelontorkan anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk membangun salah satu icon religi di kawasan Lapulu Desa Langara Iwawo tersebut yakni pembangunan Masjid Raya Baitul Amal.

Kepala Dinas PUTR Konkep, H Harsin Abd Rahim MSi saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa pembangunan masjid Raya Wawonii tersebut dianggarkan selama dua tahun yakni tahun 2024 hingga 2025 yang kini telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang pembangunan Masjid Baitul Amal Konkep pendanaan tahun jamak.

“Insya Allah tahun ini (2024) kita mulai melakukan pembangunan Masjid Baitul Amal di Kawasan Lapulu sebagai salah satu langkah awal kita menata Ruang Terbuka Hijau Kota Langara dengan anggaran 20 miliar tahun ini dan sekitar 26 miliar untuk tahun 2025,” ujarnya.

Sebelumnya Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT saat meninjau lokasi persiapan pembangunan Masjid Raya Wawonii tersebut, mengatakan selain menata kawasan kumu Kota Langara, pembangunan Masjid Baitul Amal di kawasan Lapulu tersebut juga dinilai cukup startegis karena selain berada di tengah atau di pusat Kota Langara juga berada di pesisir pantai dan bisa didesign menjadi masjid terapung Pulau Wawonii.

“Penataan Kota Langara merupakan salah satu fokus pembangunan Kita dalam RPJMD tahun 2021-2026 dengan melakukan penataan khusus performance Kota Langara dalam kawasan RTH, kalau perwajahan Kota Kita tertata dengan baik, ini akan menjadi salah satu daya tarik masyarakat luar untuk berkunjung di Pulau Wawonii termasuk menarik para investor untuk berinvestasi di Pulau Wawonii,” katanya.

Terkait pembebasan lahan masyarakat kawasan Lapulu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Mundar Mucharam ST MSi mengatakan sejauh ini pihaknya telah melakukan pembebasan lahan dengan memberikan ganti untung kepada masyarakat yang berada di kawasan RTH Kota Langara tersebut.

“Sampai akhir tahun 2023 kemarin masih ada 14 bidang yang belum dibebaskan, Insya Allah tahun ini akan diupayakan pembebasannya untuk dilakukan ganti untung, terus kita lakukan negosiasi kepada masyarakat untuk kita berikan ganti untung dan secepatnya kitablakukan pembongkaran bangunan termasuk bangunan milik Pemerintah termasuk Polsek dan Kantor Koramil,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *