Wabup Konkep, Muhammad Farid SE bersama Plt Sekda Konkep, Mahmud SP MPW dan beberapa Pimpinan OPD saat meninjau langsung kondisi KM Alif Berkah yang karam di Perairan Bokori, Rabu (11/6).
LANGARA, BKK – Wakil Bupati Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Muhammad Farid SE meninjau langsung lokasi karamnya KM Alif Berkah salah satu kapal rakyat yang melayani penyeberangan Langara-Wawonii.
Wabup Konkep menyampaikan rasa prihatin atas musibah tersebut. Ia juga berharap agar kendaraan bermotor dan barang berharga lainnya bisa secepatnya dievakuasi untuk mengurangi kerugian materi baik pemulik maupun penumpang kapal.

“Kami turut prihatin atas insiden ini, Alhamdulillah insiden ini tidak menelan korban jiwa, dan tentunya Kami mendorong agar proses evakuasi kendaraan bermotor dan barang berharga lainnya bisa dilakukan secepatnya dan sebaik mungkin, kedepannya pengawasan penumpang akan lebih diperketat dan ini bukan saatnya kita saling menyalahkan karena ini musibah,” ujarnya.
Saat meninjau langsung kondisi KM Alif Berkah, Wabup Konkep di dampingi Plt Sekda Konkep Mahmud SP MPW, Kadis Kominfo Jamhur Konkep Umirlan SPd MM, Kepala BPBD Awaluddin, Plt Kepala Inspektorat Budianto, Kasat Pol PP Sudarmin, Kapolsek Wawonii IPDA Nasri, Anggota DPRD Konkep Kalbi Erdiansyah dan perwakilan Danpos Langara.

Di tempat yang sama Plt Sekda Konkep, Mahmud juga menyampaikan kerihatinannya atas insiden yang nyaris menelan korban jiwa tersebut. Namun pihak Pemkab Konkep akan berupaya memberikan perhatian khusus atas insiden tersebut.
“Langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Konkep saat ini, atas perintah pimpinan daerah, telah dilakukan peninjauan untuk melihat langsung kondisi sesungguhnya yang terjadi di lokasi,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa usai melihat langsung kondisi di lokasi, Pemkab Konkep akan melakukan telaah untuk memastikan apakaah insiden tersebut masuk kategori bencana atau tidak untuk dimasukkan dalam komponen belanja tidak terduga (BTT).
“Beberapa indikator dimasukan dalam komponen belanja tidak terduga salah satunya adalah kepatuhan terhadap norma-norma pelayaran, kemudian patuh terhadap instruksi dari pihak Syahbandar untuk tidak melakukan pelayaran ketika sudah ada peringatan. Aspek itulah yang menjadi pertimbangan untuk dikategorikan sebagai bencana,” jelasnya.
Kronologi Kejadian Insiden KM Alif Berkah Kandas dan Karam di Perairan Bokori
KM Alif Berkah 01 GT 91 merupakan salah satu kapal rakyat sebagai armada pengganti sementara KMP Bahteramas atau Fery Langara-Kendari yang melakukan doking sementara setelah mengalami ganguan mesin.
KM Alif Berkah 01 bertolak dari Pelabuhan Rakyat Langara pada pukul 15.30 Wita, Senin (9/6) menuju Kendari, pada pukul 18.00 saat melintas di Perairan Bokori, kapal tiba-tiba kandas di atas karang.

“Iya, sekitar jam 6 dalam tiba-taba kapal kandas, kemudian beberapa menit kemudian mesin penggeraknya mati,” ujar Kapten KM Alif Berkah.
Setelah kejadian tersebut melalui salah satu penumpang KM Alif Berkah menginformasikan kejadian tersebut kepada pihak Basarnas Kendari untuk mendapatkan pertolongan.
Pada pukul 18.32 Wita Comm Centre KPP Kendari menerima informasi dari Ibu Heni (penumpang kapal) yang melaporkan telah terjadi kecelakaan kapal terhadap KM Alif Berkah 01 GT 91 rute Langara – Kendari yang kandas disekitar perairan Pulau bokori.

Berdasarkan laporan tersebut di atas, pada pukul 18.50 Wita Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju LKP.
Jarak tempuh LKP dari Dermaga Basarnas Kendari sekitar 4,4 NM.
Pada pukul 19.15 Wita RIB Tiba di LKP dan menemukan KM Alif Berkah 01 dalam keadaan kandas, selanjutnya meminta dukungan KN SAR Pacitan mengingat jumlah penumpang yang banyak untuk membantu proses evakuasi ke darat.
Pada pukul 19.30 Wita KN SAR Pacitan diberangkatkan untuk dukungan perbantuan evakuasi penumpang KM Alif Berkah 01.

Pada pukul 20.15 wita hingga pukul 22.00 Wita pelaksanaan proses evakuasi dari KM Alif Berkah 01 ke KN SAR Pacitan dengan menggunakan RIB. Terdapat 1 orang penumpang yang membutuhkan perawatan lebih lanjut yang di mobilisasi dengan RIB menuju Dermaga basarnas kendari selanjutnya dibawa ke RS Santa Anna kendari untuk dilakukan tindakan medis.
Pada pukul 22.30 Wita KN. SAR Pacitan tiba di Dermaga Basarnas Kendari dengan membawa 345 orang penumpang, sementara 6 orang ABK Kapal KM Alif Berkah 01 tetap berada dikapal untuk mengamankan kapal dan barang milik penumpang. (Mz)








