Ponpes Darul Musthofa NW Wawonii Khatamkan Puluhan Santri, Tekad Kembalikan Muruah Wawonii Sebagai Pusat Ilmu Agama di Sultra

Daerah844 Dilihat

Suasana Pembukaan Khatam Quran ke-2 dan Khatam Iqro ke-3 Ponpes Darul Musthofa NW Wawonii, Minggu (7/6/2026).

Langara, detikfokus.id – Pondok Pesantren Darul Musthofa Nahdlatul Wathan Wawonii menggelar acara Khatam Alquran angkatan ke-2 dan Iqro ke-3 sekaligus Pembukaan Majelis Taklim, di Pondok Pesantren Darul Musthofa NW Wawonii Desa Lampeapi Baru Kecamatan Wawonii Tengah, Minggu (7/6/2026).

Sebanyak 30 santri dinyatakan khatam Alquran dan Iqro. Total santri yang mondok di Ponpes DM NW Wawonii saat ini kurang lebih 100 orang, tidak hanya dari Wawonii Tengah, tetapi juga santri dari luar Pulau Wawonii, yakni dari Kota Kendari, Konawe Selatan dan Kabupaten Konawe.

“Ini satu kesyukuran untuk kita masyarakat Wawonii. Dengan adanya Ponpes Darul Musthofa NW Wawonii, Insya Allah muruah Wawonii sebagai pusat pembelajaran Agama Islam pertama di Sultra akan kita kembalikan lagi,” ujar Pimpinan Ponpes Darul Musthofa NW Wawonii, Tg. Abdul Khaliq QH SPdI dalam sambutannya.

Ia menambahkan, Ponpes yang sudah mengantongi izin operasional ini tidak hanya fokus pada ilmu agama, akhlak, adab, dan Alquran. Tetapi para Santri juga dibekali mata pelajaran umum.

Sebagai langkah lanjutan, Ponpes DM NW Wawonii akan mengirim 10 santri terbaiknya untuk pelatihan di Kota Kendari selama dua pekan dan satu orang santri terbaik akan dikirim ke Lombok Nusa Tenggara Barat untuk belajar di Mahad Darul Qur’an Wal Hadis.

Alumni Hadramaut Yaman tersebut juga menyoroti tantangan zaman yang mengancam generasi muda saat ini, yakni maraknya ketergantungan penggunaan handphone dan penyalahgunaan obat terlarang.

“Anak-anak saat ini banyak sibuk dengan HP. Langka anak zaman sekarang yang mau belajar ilmu agama. Karena itu ponpes hadir untuk mencetak generasi yang cinta agama,” tegasnya.

Di tempat yang sama Camat Wawonii Tengah, Hikmah Gama SAg hadir dan mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung perkembangan ponpes.

“Mari kita dukung perkembangan Ponpes ini agar terus maju dan bermanfaat untuk anak-anak kita,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua MUI Konawe Kepulauan, Drs H Rustam Arifin MPd, Ia mengaku bangga menyaksikan santri tidak hanya belajar mengaji, tetapi juga kitab kuning atau kitab gundul, pidato, hingga MC bahasa Inggris.

“Ini menjadi kebanggaan kita semua. Semoga ke depan Ponpes NW Wawonii bisa kembali mengangkat derajat Pulau Wawonii sebagai pusat pembelajaran agama Islam pertama di Sultra. Mereka inilah yang akan menjadi generasi emas Wawonii,” ungkapnya.

Ketua MUI Konkep juga berpesan agar orang tua terus memberikan motivasi dan dorongan kepada anak, serta mendukung perkembangan pondok pesantren yang ada di Pulau Wawonii.

  1. Penulis: Muhammad Zalfa
    Editor: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *