Pegiat Pencinta Lingkungan Kabupaten Konawe Kepulauan, Muh. Alpin
Langara, detikfokus.id – Salah satu Pegiat Pencinta Lingkungan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Muh Alpin mengapresiasi atas peresmian Bantayo Pendidikan Rakyat di Dusun Bontula Desa Bontula Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo, Jumat (25/4).
Lelaki yang akrab disapa Busro tersebut menyampaikan ucapan selamat atas peresmian bangunan serba guna Bantayo Pendidikan Rakyat sebagai salah satu upaya strategis bagi Komunitas Petani dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya para Petani yang tergabung dalam komunitas tersebut.

“Kami atas nama Komunitas Pencinta Lingkungan menyampaikan selamat atas diresmikannya Bantayo Pendidikan Rakyat di Desa Bontula, Insya Allah ini menjadi contoh bagaimana para petani bernaung dalam satu komunitas yang bisa saling mengisi dalam meningkatkan kualitas atau pengalaman bertani yang baik,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Koordinator Kokektif Perempuan Tani Bontula Lestari mengatakan bahwa pendirian Bantayo Pendidikan rakyat merupakan salah satu kegiatan kolektif perempuan tani Bontula Lestari untuk berbagai kegiatan yakni selain terintegrasi dengan kolam ikan dan ladang sayur, juga sebagai tempat pembibitan tanaman tahunan produktif dan juga sebagai tempat penjemuran hasil panen.
” Bantayo Pendidikan Rakyat dapat digunakan sebagai yempat pertemuan, tempat pelatihan bahkan tempat sebagai gudang penyimpanan sarana pertanian. Kata ‘Pendidikan Rakyat’ bagi Kami artinya luas, karena pendidikan tidak semata proses belajar seperti dalam kelas-kleas di sekolah, tetapi juga semua aktivitas kami sehari-hari mengandung hal yang dapat kami petik untuk dijadikan pembelajaran. Bantayo dalam hal ini dapat menjadi wadah untuk itu, karena di tempat itu Kami dapat berkumpul , memanen sayur dan ikan untuk kami makan, pembibitan tanaman tahunan dan menjemur hasil panen,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Gorontalo, Defri Sofyan menambahkan bahwa upaya pembentukan Bantayo Pendidikan Rakyat tersebut didorong karena kondisi lingkungan Dusun Bontula yang merupakan salah satu daerah terisolir baik akes jalan yang sulit maupun akses jaringan seluler dan ketersediaan listrik yang belum tersedia.
Selain bangunan Masjid yang menjadi satu-satunya Fasilitas Publik yang tersedia di tempat tersebut sebagai sarana beribadah, tidak terdapat fasilitas lain yang menjadi sara pendukung untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga perlu dilakukan pembangunan fasilitas publik seperti bangunan Bantayo Pendidikan Rakyat yang kini telah diresmikan tersebut.
“Bantayo Pendidikan Rakyat bagi kami menjadi semacam upaya strategis bagi komunitas petani Dusun Bontula, kuhususnya Kolektif Perempuan Tani Bontula Lestari sebagai organisasi rakyat. Jika terkelola dengan baik, bisa menjadi pendorong untuk membangun solidaritas komunitas petani di Dusun Bontula, harapannya petani tidak hanya fokus pada hasil produksi, namun juga dapat berkumpul dan menghimpun aspirasi terkait kebutuhan mereka,” jelasnya.
Untuk diketahui bahwa Dusun Bontula merupakan salah satu dusun yang berada di kaki gunung Boliyohuta. Secara administratif dusun tersebut masuk dalam wilayah Desa Bontula Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo dan berbatasan langsung dengan Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa (SM) Nantu. Selain itu Dusun Bontula berada di Hulu Sungai Paguyaman, Sunga terpanjang di Provinsi Gorontalo. Hal tersebut menjadi hal penting pemberian perhatian khusus untuk menjaga kelestarian Dusun Bontula demi keberlangsungan habitat biota di SM Nantu, sekaligus menjaga kebersihan sungai Paguyaman yang saat ini menjadi salah satu sumber air masyarakat yang teraliri sungai tersebut. (***)













