Festival Pulau Wawonii, Memantik Kebangkitan Budaya di Hari Kebangkitan Nasional

Daerah338 Dilihat

Prosesi adat pembukaan Kirab Budaya Festival Pulau Wawonii oleh Lembaga Adat Wawonii kepada Pemerintah yang diwakili oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka dan didampingi oleh Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak, Wakil Bupati Konkep Muhammad Farid dan Raja Muna La Ode Riago di Panggung Kesenian Konkep TPI Langara, Rabu (20/5/2026).

Langara, detikfokus.id – 20 Mei 2026 menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Pulau Wawonii. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 bertepatan dengan pelaksanaan Kirab Budaya Wawonii dalam rangkaian Festival Pulau Wawonii 2026.

Momen langka ini dimaknai sebagai “pemantik” atau menyulut kembali kebangkitan dan munculnya nilai-nilai serta simbol adat budaya etnik masyarakat di Pulau Wawonii.

Ribuan warga tumpah ruah di pusat Kota Langara menyaksikan Kirab Budaya. Rombongan peserta menampilkan busana adat, musik tradisional, tarian, hingga ritual lokal yang menjadi identitas turun-temurun masyarakat Wawonii.

Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI Purn Andi Sumangerukka yang hadir dalam pertunjukan akbar tersebut menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kegiatan Kirab Budaya yang dikemas dalam Festival Pulau Wawonii yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya dan jati diri masyarakat Wawonii yang harus kita wariskan dari generasi ke generasi” ujarnya.

“Selain itu, ini menjadi momentum bagi kita untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya para tamu dan wisatawan dari luar, bahwa Wawonii bukan hanya indah karena alamnya, tetapi juga kaya karena budaya dan keramahan masyarakatnya. Inilah kebanggaan kita: keberagaman budaya Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Bupati Konawe Kepulauan, Rifqi Saifullah Razak ST, menyebut bertemunya dua momentum besar ini bukan suatu kebetulan, tetapi menjadi momentum terbaik kebangkitan dan munculnya kembali nilai serta simbol adat budaya etnik di Pulau Wawonii.

“20 Mei 2026 Hari Kebangkitan Nasional ke-118 bersamaan dengan hari Kirab Budaya Wawonii pada ajang Festival Pulau Wawonii 2026. Ini dapat diartikan sebagai momentum kebangkitan dan munculnya kembali nilai serta simbol adat budaya etnik Wawonii,” tegasnya.

Bupati Rifqi menambahkan, kebangkitan budaya ini harus mengkristal menjadi pilar utama pembangunan daerah.

“Semua nilai luhur itu menjadi fondasi dalam implementasi visi-misi Wawonii Emas yakni Ekonomi Maju, Adil dan Sejahtera,” ujarnya.

Festival Pulau Wawonii 2026 yang digelar 14-24 Mei mengusung misi ganda yakni promosi pariwisata dan penguatan identitas budaya. Selain Kirab Budaya, festival ini juga menggelar lomba mancing, pameran UMKM, hingga pertunjukan permainan tradisional seperti Mepasi, Langgoa, Bangkalego, Kapinda, Maningkau, dan Mekengke.

Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, Pemkab Konkep optimis kebangkitan budaya Wawonii akan menjadi energi baru mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat persatuan, dan mewujudkan Visi Wawonii Emas Berkelanjutan 2030.

Penulis: Muhammad Zalfa
Editor: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *