Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak ST bersama Wabup Konkep, Muhammad Farid SE saat melepas jangkar ratusan Angler peserta Pestival Mekoloro di Pelabuhan Rakyat Langara, Jumat (18/4).
Langara, detikfokus.id – Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) terus berupaya melakukan promosi potensi daerah melalui berbagai event, salah satunya melalui Festival Mekoloro yang kini masuk dalam agenda tahunan Pemkab Konkep.
Festival Mekoloro menjadi salah satu event tahunan Pemkab Konkep bukan tanpa alasan, pasalnya kegiatan tersebut mampu mendorong percepatan promosi potensi daerah yakni potensi pariwisata, kuliner, budaya hingga potensi perikanan di Pulau Wawonii.

Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak ST dalam sambutannya saat membuka kegiatan Festival Mekoloro mengatakan bahwa Pulau Wawonii memiliki banyak potensi yang mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga perlu menggelar event yang bisa menghadirkan banyak pengunjung dari luar Pulau Wawonii.
“Karena kegiatan seperti ini akan memberikan multiplayer effeck economi yang dipengaruhi oleh banyaknya pengunjung dari luar Pulau Wawonii, salah satunya kunjungan para Angler dalam event Festival Mekoloro, dan ini menjadi salah satu peluang untuk mempromosikan berbagai potensi daerah, baik potensi pariwisata, perikanan, kuliner hingga budaya di Pulau Wawonii,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Festival Mekoloro Konkep, Mahmud SP MPW menambahkan bahwa event tahunan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Konkep ke-12 tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni antusias masyarakat dan peserta dari luar Pulau Wawonii yang bertambah.

“Alhamdulillah selain efektif mendorong percepatan promosi potensi daerah, Festival Mekoloro ini juga terus mengalami peningkatan dari segi antusiasme peserta baik peserta lokal maupun peserta dari luar Pulau Wawonii, terbukti tahun sebelumnya untuk pesrta mancing kategori modern hanya 32 tim saja, di tahun 2025 ini meningkat menjadi 60 tim sebagai peserta, dengan rincian untuk wilayah Sultra, Kota Kendari sebanyak 39 Tim, Konawe 2 Tim, Konsel 2 Tim, Bombana 1 Tim, Kolaka 3 Tim dan Konkep 9 Tim, sementara untuk luar Sultra ada dari Makssar 1 Tim dan Morowali 3 Tim,” jelasnya.
Selain peserta mancing kategori modern, Panitia Festival Mekoloro juga membuka ruang untuk peserta mancing kategori tradisonal yang diikuti oleh masyarakat lokal di Pulau Wawonii.
“Untuk kategori tradisional diikuti sebanyak 70 Tim dengan jumlah peserta 287 orang yang tersebar atau menjadi perwakilan dari tujuh kecamatan se-Konkep. Ini sebagai salah satu ruang untuk kita mengedukasi masyarakat atau nelayan tentang pentingnya menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan,” ujarnya. (Mz/Chand)













