Langara, detikfokus.id – Menjadi generasi awal pemimpin Pulau Wawonii, Pasangan Bupati dan Wakil Bupati dua periode Amrullah-Andi Lutfi berhasil menjadi peletak dasar pembangunan di Kabupaten Konawe Kepulauan.
Duet insinyur-ekonom tersebut menggagas visi Lingkaran Hati Emas atau Lintas Pembangunan Kawasan Berbasis Rantai Ekonomi Masyarakat di periode pertama dengan misi utama pembukaan isolasi wilayah melalui peningkatan infrastruktur jalan lingkar Wawonii dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) salah satunya melalui program beasiswa Wawonii Cerdas.
Periode kedua Amrullah-Andi Lutfi mendorong percepatan pembangunan daerah dengan visi Menuju Wawonii Bangkit atau Wawonii berkembang kompetitif dan tangguh yang juga masih fokus pada peningkatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM melaui lima pilar pembangunan yakni pilar Wawonii Produktif, Wawonii Sehat, Wawonii Cerdas, Wawonii Berbudaya dan Wawonii Kreatif.
Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT melalui Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Safiuddin Alibas SP ME mengatakan Wawonii Produktif merupakan salah satu pilar visi Wawonii Bangkit yang mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) dan Tata Kelola Pemerintahan yang Produktif.
“Apa isi Wawonii Produktif, yang pertama bagaimana kita mewujudkan infrastruktur, yang kedua bagaimana kita mendorong pemanfaatan Sumber Daya Manusia yang berkearifan lokal dan yang ketiga bagaimana kita mendorong tata kelola pemerintahan yang produktif, percuma kita punya aparat yang banyak tapi kalau tidak bisa bekerja dengan produktif,” jelasnya.
Dikatakannya bahwa pembangunan infrastruktur merupakan misi utama yang menjadi perioritas pembangunan Pemkab Konkep, karena hal tersebut selain bertujuan untuk membuka konektifitas wilayah juga untuk memperlancar perputaran ekonomi masyarakat di Pulau Wawonii.
“Kenapa menjadi misi satu, karena kalau kita sudah selesaikan infrastruktur, terutama jalan dan pelabuhan, 70 persen masalah pembanguna daerah selesai, tinggal kita manfaatkan infrastruktur ini untuk kemajuan ekonomi,” ujarnya.
Pembangunan infrastruktur daerah selain perioritas Jalan Lingkar Wawonii, juga digenjot pembangunan pelabuhan untuk membuka konektifitas Pulau Wawonii secara regional salah satunya pelabuhan Munse dan pelabuhan ferry Sawaea-Labuan.
“Untuk konektifitas wilayah, kita sekarang juga sudah membuka konektifitas secara regional, ada Pelabuhan Munse kemudian Ferry Sawaea-Labuan, itu artinya pasaran komoditas kita bukan lagi pasaran Wawonii, tapi sudah pasaran nasional, karena Tol Laut sudah masuk ke kita melalui Munse, sementara pasaran di Pulau Buton sana sudah ada pelabuhan Ferry Sawaea, membuka pelabuhan akses regional ini sebenarnya menciptakan pertumbuhan ekonomi baru,” jelasnya. (Mz)










